Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar (kanan), menaiki mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, 8 Agustus 2019. Penyidik resmi melakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap Emirsyah Satar. TEMPO/Imam Sukamto

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar (kanan), resmi memakai rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, 8 Agustus 2019. Penyidik resmi melakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap Emirsyah Satar. TEMPO/Imam Sukamto

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar (tengah), resmi menjadi tahanan KPK usai pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2019. Emirsyah Satar, ditahan dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls Royce pada PT Garuda Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, menaiki mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Rabu, 8 Agustus 2019. Emirsyah menjadi tersangka suap terkait pembelian 50 mesin pesawat Rolls-Royce pada Januari 2017. TEMPO/Imam Sukamto

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2019. KPK menyangka Emirsyah menerima 1,2 juta Euro dan US$180 ribu dari Rolls-Royce melalui pendiri PT Mugi Rekso Abadi Group Soetikno Soedarjo. TEMPO/Imam Sukamto