Reaksi seorang wanita setelah terkena gas air mata yang ditembakkan polisi untuk membubarkan demonstrasi pengunjuk rasa anti-RUU ekstradisi di Sham Shui Po, di Hong Kong, Cina, Rabu, 14 Agustus 2019. Polisi Hong Kong menembakkan gas air mata ke ratusan pengunjuk rasa yang berkumpul di luar kantor polisi di daerah perumahan Sham Shui Po di Kowloon. REUTERS/Tyrone Siu

Pengunjuk rasa membantu rekannya yang terkena gas air mata saat polisi berusaha membubarkan demonstrasi pengunjuk rasa anti-RUU ekstradisi di Sham Shui Po, di Hong Kong, Cina, Rabu, 14 Agustus 2019. Polisi menembakkan sejumlah tabung gas air mata dan peringatan kepada para demonstran. REUTERS/Tyrone Siu

Reaksi pendemo yang terkena gas air mata saat polisi membubarkan demonstrasi pengunjuk rasa anti-RUU ekstradisi di Sham Shui Po, di Hong Kong, Cina, Rabu, 14 Agustus 2019. Pembubaran ini dilakukan setelah pendemo menyorotkan sinar laser ke kantor polisi. REUTERS/Tyrone Siu

Relawan memberikan pertolongan pertama kepada seorang pria yang terkena gas air mata saat polisi berusaha membubarkan demonstrasi pengunjuk rasa anti-RUU ekstradisi di Sham Shui Po, di Hong Kong, Cina, Rabu, 14 Agustus 2019. Aksi protes yang berkepanjangan telah menjerumuskan pusat keuangan Asia ke dalam krisis politik yang paling serius dalam beberapa dasawarsa terakhir. REUTERS/Tyrone Siu

Sinar laser disorotkan ke kantor polisi oleh pengunjuk rasa anti RUU ekstradisi di kawasan pemukiman Sham Shui Po, di Hong Kong, Cina, Rabu, 14 Agustus 2019. REUTERS/Tyrone Siu

Polisi memberikan peringatan saat menembakkan gas air mata kepada para pengunjuk rasa anti-RUU ekstradisi di Sham Shui Po, di Hong Kong, Cina, Rabu, 14 Agustus 2019. REUTERS/Tyrone Siu