Para penggemar Didi Kempot menyematkan julukan Godfather of Broken Heart atau Dewa Patah Hati pada musisi campursari dari Jawa Tengah itu. Lagu-lagu milik Didi Kempot yang cukup terkenal di antaranya yakni Sewu Kutho, Stasiun Balapan, dan Cidro. Kini, ia mempunyai penggemar berat yang dikenal dengan "Sobat Ambyar". Bahkan ada sebutan sadboys dan sadgirls untuk penggemar laki-laki dan perempuan. TEMPO/Nurdiansah

Sebelum menuai sukses di dunia campursari, Anto Sugiartono alias Manthous sempat bergabung bersama putra Benyamin Sueb, Bieb dalam musik funky rock hingga Idris Sardi dalam grup Gambang Kromong Benyamin Sueb. Manthous akhirnya mengawali karier campursari pada 1993 bersama saudara dan beberapa rekannya di kampung halaman dan mendirikan grup musik campursari Gunung Kidul Maju Lancar. Manthous tutup usia pada Maret 2012 lalu. Youtube.com

Sejak berkarier sejak 1990, Cak Diqin telah menghasilkan 45 album campursari. Selain itu, ia juga aktif menulis lagu campursari untuk musisi lain. Sebagai komposer, dia diketahui telah menulis tidak kurang dari 100 lagu campursari. Atas sepak terjangnya itu, Cak Diqin pun mendapat penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) pada 2006. Selain itu, mendiang juga dikenal sebagai pendiri sekaligus ketua Campursari Center Indonesia (CCI). youtube.com

Sonny Joz, pria kelahiran Probolinggo ini terkenal dengan lagunya yang berjudul "Sri Minggat". Kontribusi Sonny Josz di industri campursari juga menuai apresiasi berupa penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) pada 2011. Dia memenangkan kategori Karya Produksi Dangdut Berbahasa Daerah berkat lagu Suramadu. youtube.com