Pekerja memintal benang untuk bahan kain pel di Kampung Babakan Panyingkuran, Desa Dukuh, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis 22 Agustus 2019. Industri tenun rakyat ATBM di kampung ini sudah ada sejak masa pemerintahan Hindia Belanda. Dari puluhan industri kini hanya tersisa kurang dari 15 rumah produksi tenun rakyat karena minimnya regenerasi dan modernisasi alat tenun. TEMPO/Prima Mulia

Pekerja menjemur bentangan kain pel di Kampung Babakan Panyingkuran, Desa Dukuh, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis 22 Agustus 2019. Industri tenun rakyat ATBM di kampung ini sudah ada sejak masa pemerintahan Hindia Belanda. Dari puluhan industri kini hanya tersisa kurang dari 15 rumah produksi tenun rakyat karena minimnya regenerasi dan modernisasi alat tenun. TEMPO/Prima Mulia

Pekerja menjalankan mesin mihane untuk bahan kain pel di Kampung Babakan Panyingkuran, Desa Dukuh, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis 22 Agustus 2019. Industri tenun rakyat ATBM di kampung ini sudah ada sejak masa pemerintahan Hindia Belanda. Dari puluhan industri kini hanya tersisa kurang dari 15 rumah produksi tenun rakyat karena minimnya regenerasi dan modernisasi alat tenun. TEMPO/Prima Mulia

Pekerja menjalankan mesin mihane untuk bahan kain pel di Kampung Babakan Panyingkuran, Desa Dukuh, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis 22 Agustus 2019. Industri tenun rakyat ATBM di kampung ini sudah ada sejak masa pemerintahan Hindia Belanda. Dari puluhan industri kini hanya tersisa kurang dari 15 rumah produksi tenun rakyat karena minimnya regenerasi dan modernisasi alat tenun. TEMPO/Prima Mulia