Sejumlah tentara berjaga setelah terdapat beberapa tentara tewas ditembak mati oleh orang yang diduga pengedar narkoba di provinsi Izabal, Guatemala, 9 September 2019. Menteri Pertahanan Guatamala Luis Miguel Ralda mengatakan telah mengirimkan 2.000 pasukan ke perbatasan. REUTERS/Luis Echeverria

Sejumlah tentara berjaga setelah terdapat beberapa tentara tewas ditembak mati oleh orang yang diduga pengedar narkoba di provinsi Izabal, Guatemala, 9 September 2019. Pengerahan itu sebagai bagian dari misi pengamanan yang dideklarasikan Kongres Guatamala dua hari yang lalu. REUTERS/Luis Echeverria

Sejumlah tentara melakukan patroli setelah terdapat beberapa tentara tewas ditembak mati oleh orang yang diduga pengedar narkoba di provinsi Izabal, Guatemala, 9 September 2019. Tentara Guatamala mengatakan pekan lalu ada sejumlah terduga pengendar narkoba menyergap sembilan tentara yang sedang berpatroli di Provinsi Izabal. REUTERS/Luis Echeverria

Sejumlah tentara melakukan pemeriksaan pada sebuah mobil saat melakukan patroli di provinsi Izabal, Guatemala, 9 September 2019. Serangan itu menjadi serangan terburuk terhadap tentara dalam beberapa tahun terakhir. REUTERS/Luis Echeverria

Seorang prajurit Palang Merah membawa seorang anak untuk dilakukan pemeriksaan medis selama sejumlah tentara berjaga di komunitas Semuy II, provinsi Izabal, Guatemala, 10 September 2019. Hal itu memicu anggota parlemen untuk mengesahkan dekrit darurat 30 hari untuk memberlakukan jam malam di provinsi-provinsi Alta Verapaz, El Progreso, Izabal, Peten, Zacapa dan Baja Verapaz. REUTERS/Luis Echeverria

Tentara Guatemala mendirikan dapur sambil menyiapkan sebuah peternakan selama keadaan sementara pengepungan, disetujui oleh Kongres Guatemala setelah kematian beberapa tentara pekan lalu, di komunitas Semuy II, provinsi Izabal, Guatemala 10 September 2019. REUTERS/Luis Echeverria