Suasana penyemayaman peti abu jenazah pegiat hak asasi manusia atau HAM, Harbrinderhit Singh Dillon atau H.S Dillon di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat, 20 September 2019. H.S Dillon wafat di usia 75 tahun setelah dirawat di Rumah Sakit Siloam Bali. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

Pelayat menaburkan bunga di atas pusara H.S Dillon di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat, 20 September 2019. H.S Dillon sebelumnya mengidap penyakit komplikasi jantung dan paru-paru. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

Keluarga dan kerabat menghadiri upacara penyemayaman abu jenazah H.S Dillon di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat, 20 September 2019. Jenazah Utusan Khusus Presiden untuk Penanggulangan Kemiskinan (UKP2K) di era Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini telah dikremasi di Bali, 17 September 2019 lalu. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

Istri mendiang H.S Dilon, Drupadi S Harnopidjati bersama seorang kerabat saat upacara penyemayaman abu jenazah H.S Dillon di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat, 20 September 2019. Upacara penyemayaman ini dilakukan secara militer. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

Pelayat berdoa di atas pusara H.S Dillon di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat, 20 September 2019. Dillon ialah seorang tokoh yang kesohor sebagai anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM. Ia bergabung dengan komisi tersebut saat reformasi 1998. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

Pelayat meletakkan karangan bunga di atas pusara H.S Dillon di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat, 20 September 2019. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga anak. TEMPO/Genta Shadra Ayubi