Seorang anak menangis dipelukan ibunya saat diungsikan ke posko korban terdampak asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Balai Rehabilitasi Anak, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, Jumat, 20 September 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Petugas kesehatan mengarahkan orang tua beserta anaknya saat akan memeriksa kesehatan di posko korban terdampak asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Balai Rehabilitasi Anak, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, Jumat, 20 September 2019. Posko tersebut menyediakan tabung oksigen untuk korban terdampak asap setiap harinya sebanyak 8-12 tabung oksigen. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Seorang ibu bermain bersama anaknya di posko korban terdampak asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Balai Rehabilitasi Anak, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, Jumat, 20 September 2019. Menurut Kepala Balai Rehabilitasi Anak, Sutiono hingga hari ini sudah 180 ibu dan anak yang memeriksa kondisi kesehatan terkait saluran pernapasan. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Dokter memeriksa kesehatan pernapasan pada warga yang terdampak asap di posko korban terdampak asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Balai Rehabilitasi Anak, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, Jumat, 20 September 2019. Menurut Kepala Balai Rehabilitasi Anak Sutiono, setiap harinya 30 - 40 orang memeriksa kesehatan agar tidak terkena Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Warga saat akan memeriksa kesehatan pernapasan di posko korban terdampak asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Balai Rehabilitasi Anak, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, Jumat, 20 September 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Dokter memeriksa kesehatan pernapasan pada warga yang terdampak asap di posko korban terdampak asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Balai Rehabilitasi Anak, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, Jumat, 20 September 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W