Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, membakar ban sebelum terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat melakukan aksi unjuk rasa, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 20 September 2019. Massa mendukung pengesahan Revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan meminta percepatan pelantikan pimpinan KPK terpilih. TEMPO/Imam Sukamto

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat melakukan aksi unjuk rasa, di gedung KPK, Jakarta, Jumat 20 September 2019. Aksi bentrokan terjadi usai mahasiswa PMII melakukan aksi bakar ban di depan gedung KPK. TEMPO/Imam Sukamto

Ratusan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat melakukan aksi unjuk rasa, di gedung KPK, Jakarta, Jumat 20 September 2019. Usai aparat kepolisian memadamkan ban yang dibakar, membuat massa beraksi dan hingga terjadinya aksi dorong-mendorong. TEMPO/Imam Sukamto

Ratusan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat melakukan aksi unjuk rasa, di gedung KPK, Jakarta, Jumat 20 September 2019. Bentrokan berhasil mereda setelah polisi mundur dan masuk ke lobby gedung KPK. TEMPO/Imam Sukamto

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, berusaha menahan mobil water canon sebelum terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat melakukan aksi unjuk rasa, di gedung KPK, Jakarta, Jumat 20 September 2019. Selain itu, mereka meminta kelompok 'taliban' ditubuh KPK agar bertanggungjawab karena telah menyebabkan lembaga antirasuah rusak. TEMPO/Imam Sukamto

Sejumlah pegawai KPK melihat pecahan telur busuk menempal pada kaca yang dilemparkan oleh ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, saat melakukan aksi unjuk rasa, di gedung KPK, Jakarta, Jumat 20 September 2019. Aksi pelemparan telur ayam dikomandoi orator aksi yang berdiri di atas mobil komando. TEMPO/Imam Sukamto