Guajajara Indians atau "penjaga hutan Amazon" menahan seorang penebang pohon liar di tanah adat Arariboia dekat kota Amarante, negara bagian Maranhao, Brasil, 17 September 2019. Banyaknya pelaku penebang liar pohon membuat suku Guajajara Indians melakukan patroli memburu para pelaku tersebut. REUTERS/Ueslei Marcelino

Suku Guajajara Indian "penjaga hutan Amazon" berdiri di dekat api unggun di sebuah kamp penebang di tanah adat Arariboia dekat kota Amarante, negara bagian Maranhao, Brasil, 12 September 2019. Aksi patroli suku Guajajara Indian memburu pelaku penebang pohon liar karena lambatnya respon kepolisian dalam meberantas pelaku. REUTERS/Ueslei Marcelino

Suku Guajajara Indian "penjaga hutan Amazon" membakar sebuah truk yang digunakan oleh para penebang pohon liar di tanah adat Arariboia di dekat kota Amarante, negara bagian Maranhao, Brasil, 17 September 2019. Para penjaga hutan Amazin tersebut, dalam memberantas pelaku penebang pohon liar dipersenjatai dengan senapan dan pistol. REUTERS/Ueslei Marcelino

Suku Guajajara Indian "Penjaga hutan Amazon" mengangkat sebatang pohon di sebuah kamp darurat di tanah adat Arariboia dekat kota Amarante, negara bagian Maranhao, Brasil, 10 September 2019. REUTERS/Ueslei Marceline

Suku Guajajara Indian "penjaga hutan Amazon" duduk di dalam mobil ketika melewati tanah adat Arariboia selama pencarian pelaku penebang liar di dekat kota Amarante, negara bagian Maranhao, Brasil, 10 September 2019. REUTERS/Ueslei Marcelino

Suku Guajajara Indian "penjaga hutan Amazon" berhasil menangkap seorang pelaku penebang pohon liar di tanah adat Arariboia di dekat kota Amarante, negara bagian Maranhao, Brasil, 10 September 2019. REUTERS/UESLEI MARCELINO