Pria kelahiran Fayence, Distrik Var, Perancis Selatan, Aurelien Francis Brule atau yang dikenal dengan Chanee Kalaweit (38) telah datang ke Indonesia pada tahun 1998 guna menyelamatkan spesies Owa. Foto/twitter/Kalaweit

Sudah 21 tahun Chanee Kalaweit mendedikasikan dirinya untuk mempertahankan kelestarian hutan Indonesia agar bisa menjadi rumah yang nyaman bagi satwa liar yang hidup di dalamnya. foto/twitter/Kalaweit

aktif melakukan rehabilitasi satwa liar yang menjadi korban deforestasi dan praktik perburuan liar, Chanee Kalaweit mendirikan yayasan Kalaweit. foto/twitter/Kalaweit

Selama 20 tahun lebih berjuang menyelamatkan satwa, Chanee Kalaweit mengaku pernah menghadapi berbagai ancaman, terutama saat ia membuat video mengenai kabut asap yang menyelimuti Kalimantan. foto/twitter/Kalaweit

Chanee Kalaweit yang kini tinggal di Kalimantan Tengah, Kabupaten Barito Utara, juga turut merasakan dampak dari bencana karhutla tersebut. Meski tempatnya tinggal jauh dari titik api kebakaran hutan dan lahan, ia mengaku turut merasakan kabut asap pekat dampak karhutla. foto/twitter/Kalaweit