Warga berusaha membakar keranda jenazah saat melaksanakan ritual Ngaben masal di areal kuburan Desa Bayad, Tegallalang, Gianyar, Bali, 25 September 2019. Sebanyak 59 jenazah berbentuk kerangka manusia yang telah meninggal beberapa tahun lalu dikremasi secara serentak dengan tujuan untuk meringankan beban biaya upacara Ngaben bagi warga setempat. TEMPO/Johannes P. Christo

Pemuka agama Hindu melakukan ritual saat rangkaian upacara Ngaben massal di Desa Adat Bayad, Tegalalang, Gianyar, Bali, Rabu, 25 September 2019. Ritual Ngaben massal tersebut melibatkan ratusan orang untuk mendoakan sekaligus memberikan penghormatan terakhir bagi 59 jasad warga setempat yang dikremasi. ANTARA

Sejumlah umat Hindu membawa sesaji saat melaksanakan ritual Ngaben masal di areal kuburan Desa Bayad, Tegallalang, Gianyar, Bali, 25 September 2019. Sebanyak 59 jenazah berbentuk kerangka manusia yang telah meninggal beberapa tahun lalu dikremasi secara serentak dengan tujuan untuk meringankan beban biaya upacara Ngaben bagi warga setempat. TEMPO/Johannes P. Christo

Seorang umat Hindu memasukan kayu bakar saat melaksanakan ritual Ngaben masal di areal kuburan Desa Bayad, Tegallalang, Gianyar, Bali, 25 September 2019. Sebanyak 59 jenazah berbentuk kerangka manusia yang telah meninggal beberapa tahun lalu dikremasi secara serentak dengan tujuan untuk meringankan beban biaya upacara Ngaben bagi warga setempat. TEMPO/Johannes P. Christo)

Warga menyulutkan api saat upacara Ngaben massal di Desa Adat Bayad, Tegalalang, Gianyar, Bali, Rabu, 25 Sepetember 2019. Ritual Ngaben massal tersebut melibatkan ratusan orang untuk mendoakan sekaligus memberikan penghormatan terakhir bagi 59 jasad warga setempat yang dikremasi. ANTARA

Warga menyaksikan kremasi bagi anggota keluarganya dalam upacara Ngaben massal di Desa Adat Bayad, Tegalalang, Gianyar, Bali, Rabu, 25 September 2019. ANTARA