Demonstran terlibat bentrok dengan polisi anti huru hara selama protes di Quito, Ekuador 3 Oktober 2019. Demonstran marah karena keputusan Presiden Ekuador, Lenin Moreno untuk mengakhiri subsidi bahan bakar 40 tahun. REUTERS/Ivan Castaneira

Polisi anti huru hara membantu seorang kolega yang terluka akibat bentrok dengan demonstran di Quito, Ekuador 3 Oktober 2019. Presiden Ekuador, Lenin Moreno mengatakan ia memberlakukan pencabutan subsidi untuk "menjamin keamanan rakyat dan menghindari kekacauan." REUTERS/Ivan Castaneira

Seorang demonstran berlutut dan memberi isyarat selama protes dan terlibat bentrok dengan aparat kepolisian di Quito, Ekuador 4 Oktober 2019. Subsidi bahan bakar menghabiskan dana pemerintah hingga USD$ 13 miliar atau sekitar 18 triliun rupiah setiap tahunnya. REUTERS/Ivan Alvarado

Anggota polisi anti huru hara mengarahkan senjata mereka ketika mereka berbentrokan dengan demonstran di Quito, Ekuador 4 Oktober 2019. Beberapa demonstran membakar ban dan melempar benda ke arah kendaraan lapis baja polisi. Hal itu menuai kritik dari Presiden Ekuador. REUTERS/Ivan Alvarado

Demonstran bentrok dengan polisi anti huru hara selama protes di Quito, Ekuador 4 Oktober 2019. Sejumlah elemen warga ikut turun ke jalan dengan memblokade jalan dan jembatan di ibukota Ecuador, Quito. REUTERS/Daniel Tapia.

Seorang demonstran dipukul oleh polisi anti huru hara selama protes di Quito, Ekuador 4 Oktober 2019. REUTERS/Ivan Alvarado