Terdakwa anggota DPR RI (nonaktif) juga mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy, mengikuti sidang pembacaan surat putusan sela, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. Majelis Hakim menolak nota keberatan (eksepsi) Romahurmuziy, dan memerintahkan JPU KPK untuk melanjutkan persidangan. TEMPO/Imam Sukamto

Terdakwa anggota DPR RI (nonaktif) juga mantan Ketum PPP, Romahurmuziy mengobrol dengan tim kuasa umum dalam sidang pembacaan surat putusan sela, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. Majelis Hakim akan melanjutkan persidangan dengan menghadirkan saksi-saksi dalam perkara tindak pidana korupsi kasus suap terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama di pusat dan di daerah. TEMPO/Imam Sukamto

Terdakwa anggota DPR RI (nonaktif) juga mantan Ketum PPP, Romahurmuziy, seusai mengikuti sidang pembacaan surat putusan sela, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. Kasus suap ini terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama di pusat dan di daerah. TEMPO/Imam Sukamto

Terdakwa kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama M. Romahurmuziy (kiri) berkonsultasi dengan kuasa hukumnya saat mengikuti sidang putusan sela di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu, 9 Okrober 2019. Majelis hakim tindak pidana korupsi dalam putusan selanya menolak seluruh eksepsi yang disampaikan mantan Ketua Umum PPP tersebut. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Terdakwa anggota DPR RI (nonaktif) juga mantan Ketum PPP, Romahurmuziy (kanan) merangkul seorang kerabatnya, seusai mengikuti sidang pembacaan surat putusan sela, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. TEMPO/Imam Sukamto