Warga mengambil mata air yang masih mampu mengalir di sumur buatan di area Waduk Butak yang mengering, Pakis, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa, 1 Oktober 2019. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau panjang dengan kekeringan ekstrem masih akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia hingga bulan November 2019. TEMPO/Bram Selo Agung Mardika

Warga mencari air di waduk yang telah mengering di Desa Simo, Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa, 1 Oktober 2019. BMKG memprediksi musim kemarau panjang dengan kekeringan ekstrem masih akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia hingga bulan November 2019. TEMPO/Bram Selo Agung Mardika

Warga melintas di waduk yang kering Desa Simo, Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu, 25 September 2019. Kekeringan membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk rumah tangga maupun pertanian. ANTARA/Mohammad Ayudha

Warga membersihkan rumput liar pada lahan pertanian yang kering di Ngerangan, Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Kamis, 10 Oktober 2019. Menurut petani setempat, sudah enam bulan terakhir lahan pertanian di wilayah tersebut mengalami kesulitan air karena kemarau panjang sehingga menyebabkan dua kali gagal panen padi dan kedelai. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Warga melihat kondisi waduk Joto yang kering di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis, 10 Oktober 2019. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan terdapat 72 desa di 27 Kecamatan yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang. ANTARA/Syaiful Arif

Umat Islam melaksanakan Sholat Istisqa atau shalat minta hujan di lapangan Desa Gondosari, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu, 5 Oktober 2019. Sholat Istisqa yang lanjutkan doa bersama itu untuk meminta hujan agar bencana kebakaran hutan dan kekeringan akibat musim kemarau panjang yang melanda sejumlah daerah di Indonesia segera berakhir. ANTARA/Yusuf Nugroho