Gerobak belanja yang terbakar terlihat di luar sebagai petugas pemadam kebakaran bekerja untuk memadamkan api di supermarket selama protes terhadap pemerintah di Valparaiso, Chili 19 Oktober 2019. Upaya menolak kenaikan harga tiket telah terjadi selama beberapa hari dan diorganisasi lewat sosial media. REUTERS/Rodrigo Garrido

Seorang pemadam kebakaran bekerja untuk memadamkan api di sebuah supermarket selama protes terhadap pemerintah di Valparaiso, Chili 19 Oktober 2019. Kemarahan warga Cile melonjak akibat pelemahan ekonomi seiring menguatnya desakan pemerintah melakukan reformasi undang-undang tenaga kerja, pajak dan sistem pensiun. REUTERS/Rodrigo Garrido

Seorang demonstran mengibarkan bendera nasional Chili yang terbalik saat protes menentang kenaikan harga tiket kereta bawah tanah di Santiago, Chili, 19 Oktober 2019. Otoritas transportasi Cile menutup layanan kereta api karena terjadi kerusuhan massal akibat kenaikan harga tiket. REUTERS/Ivan Alvarado

Seorang demonstran bentrok dengan kendaraan polisi anti huru hara selama protes terhadap pemerintah di Valparaiso, Chili 19 Oktober 2019. Serangan terhadap stasiun kereta api memaksa otoritas menutup semua sistem subway atau kereta bawah tanah, yang menjadi kunci transportasi publik di ibu kota penuh polusi dan padat. REUTERS/Rodrigo Garrido

Seorang demonstran berlari melewati meriam air polisi dan gas air mata yang digunakan selama protes menentang kenaikan harga tiket kereta bawah tanah di Santiago, Chili, 19 Oktober 2019. Presiden Cile, Sebastian Pinera, menyatakan negara dalam keadaan darurat setelah terjadi kerusuhan massal terkait protes kenaikan harga tiket kereta api. REUTERS/Ivan Alvarado

Seorang demonstran bersiap untuk melemparkan kembali tabung gas air mata saat protes terhadap pemerintah di Valparaiso, Chili 19 Oktober 2019. Masyarakat yang marah karena kenaikan harga tiket kereta api membakar 16 bus dan menyerang belasan stasiun kereta api sehingga mengalami kerusakan parah. REUTERS/Rodrigo Garrido