Peserta berparade melintasi kota selama perayaan tahunan Bonfire Night di Lewes, Inggris, 5 November 2019. Setiap tahunnya, pada tanggal 5 November, seluruh warga Inggris berparade memperingati Bonfire Night. REUTERS/Toby Melville

Patung Guy Fawkes diarak di kota selama perayaan Bonfire Night tahunan di Lewes, Inggris, 5 November 2019. Dalam pawai tradisi Bonfire Night, warga Inggris menggunakan kostum, berdandan, berkumpul, lalu melakukan pawai ke seluruh penjuru kota sambil membawa obor. REUTERS/Toby Melville

Peserta berparade melintasi kota selama perayaan tahunan Bonfire Night di Lewes, Inggris, 5 November 2019. Obor yang mereka bawa itu nantinya akan digunakan untuk menyalakan kembang api dan api unggun. REUTERS/Toby Melville

Patung Effigies Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Pemimpin House of Commons Jacob Rees-Mogg diarak di kota selama perayaan Bonfire Night tahunan di Lewes, Inggris, 5 November 2019. Dalam Bornfire penduduk Inggris juga akan membawa patung berukuran besar dan mengaraknya sembari berparade. Di akhir pawai, patung yang mereka bawa akan dibakar di atas api unggun. REUTERS/Toby Melville

Peserta berparade melintasi kota selama perayaan tahunan Bonfire Night di Lewes, Inggris, 5 November 2019. Kisah dibalik tradisi tahunan Bornfire ini yakni saat tahun 1605, Inggris dikejutkan dengan konspirasi yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk membunuh raja. Saat itu yang menjabat sebagai raja Inggris adalah King James I bersama dengan anggota parlemennya. REUTERS/Toby Melville

Peserta berparade melintasi kota selama perayaan tahunan Bonfire Night di Lewes, Inggris, 5 November 2019. Salah satu tokoh penting yang menjadi latar belakang terjadinya Bonfire Night adalah pria bernama Guy Fawkes. Ia adalah seorang pria yang menjadi eksekutor peledakan. REUTERS/Toby Melville