Alun-alun Gereja Basilika Santo Markus digenangi banjir di Venesia, Italia 12 November 2019. Banjir melanda kota Venesia, Italia dengan tinggi air mencapai 187 sentimeter. REUTERS/Manuel Silvestri

Petugas berusaha mengevakuasi warga di sekitar Alun-alun Gereja Basilika Santo Markus yang digenangi banjir di Venesia, Italia 12 November 2019. Banjir tersebut merendam 85 persen wilayah kota kanal bersejarah itu. REUTERS/Manuel Silvestri

Ruang bawah tanah Gereja Basilika Santo Markus yang digenangi banjir di Venesia, Italia, 13 November 2019. Basilika Santo Markus adalah gereja di Venesia paling terkenal dan salah satu contoh yang paling terkenal dari arsitektur Bizantium. REUTERS/Manuel Silvestri

Ruang bawah tanah Gereja Basilika Santo Markus yang digenangi banjir di Venesia, Italia, 13 November 2019. Gereja Basilika Santo Markus ini disajikan sebagai simbol status kekayaan dan kekuasaan Venesia dari abad ke-11 dan seterusnya, gedung ini dikenal dengan julukan Chiesa d'Oro. REUTERS/Manuel Silvestri

Ruang bawah tanah Gereja Basilika Santo Markus yang digenangi banjir di Venesia, Italia, 13 November 2019. Banjir yang merendam Gereja Basilika Santo Markus membuat banyak pihak mengkhawatirkan kemungkinan rusaknya mosaik-mosaik dan karya-karya seni yang ada di sana. REUTERS/Manuel Silvestri

Seorang ibu menggendong anaknya melewati genangan banjir di alun-alun Gereja Basilika Santo Markus di Venesia, Italia, 13 November 2019. Banjir kali ini merupakan yang terparah sejak 1996, ketika sebagian besar kota itu terendam air hingga ketinggian 194 sentimeter. REUTERS/Manuel Silvestri