Satu keluarga warga negara Kanada yang menjadi korban kecelakaan pesawat Ukraina International Airlines PS 752 di Iran, Rabu, 8 Januari 2020. Keluarga ini terdiri dari profesor University of Alberta Mojgan Daneshmand dan Pedram Mousavi, dan kedua putri mereka Daria dan Dorina Mousavi. Foto keluarga/ REUTERS

Seorang korban kecelakaan pesawat Ukraina International Airlines PS 752 di Iran, Dr. Parisa Eghbalian (kiri) berfoto bersama suaminya Dr. Hamed Esmaeilion di tempat praktik kedokteran gigi mereka di Aurora, Ontario, Kanada. Eghbalian meninggal dalam kecelakaan itu bersama putrinya Reera Esmaeilion (9 tahun). Suaminya, Dr. Esmaeilion sekarang dalam perjalanan ke Teheran. Aurora E&E Kedokteran Gigi/REUTERS

Korban kecelakaan pesawat Ukraina International Airlines PS 752 di Iran, Negar Borghei, dan Alvand Sadeghi berpose di Toronto, Ontario, Kanada pada musim semi 2019. Pesawat tujuan Kiev, ukraina ini jatuh tak lama setelah lepas landas dari bandara internasional Imam Khomeini di Teheran, Iran. Serena Sohrab/REUTERS,

Foto-foto mahasiswa yang menjadi korban pesawat jet penumpang Ukraina International Airlines yang jatuh di Iran terlihat dalam acara berkabung di perumahan mahasiswa Universitas Toronto di Toronto, Ontario, Kanada, Rabu, 8 Januari 2020. REUTERS/Chris Helgren

Foto-foto korban terlihat dalam acara berkabung yang diadakan di gedung Legislatif Edmonton untuk mengenang para korban pesawat penumpang Ukraina yang jatuh di Iran, di Edmonton, Alberta, Kanada, Rabu, 8 Januari 2020. Di antara korban terdapat pasangan pengantin baru bersama 4 kerabatnya dan 24 warga Edmonton, Canada keturunan Iran. REUTERS/Candace Elliott

Bunga dan lilin ditempatkan di depan potret sembilan awak pesawat dari pesawat Ukraina International Airlines Boeing 737-800 yang jatuh di Iran, pada peringatan di bandara Internasional Boryspil di luar Kiev, Ukraina 8 Januari 2020. Maskapai Ukraina ini menyebut pesawat yang jatuh tersebut merupakan pesawat terbaik dengan awak yang luar biasa. REUTERS/Valentyn Ogirenko