Juara Australia Terbuka, Sofia Kenin berpose dengan piala saat pemotretan di Sungai Yarra, Melbourne, Australia, Ahad, 2 Februari 2020. Petenis AS ini menjadi juara Grand Slam Australia Terbuka termuda sejak petenis Rusia, Maria Sharapova. REUTERS/Kai Pfaffenbach

Juara Australia Terbuka, Sofia Kenin berfoto dengan ayah sekaligus pelatihnya, Alex Kenin dalam sesi pemotretan di Sungai Yarra, Melbourne, Australia, Ahad, 2 Februari 2020. Petenis berusia 21 tahun ini mengalahkan juara Grand Slam dua kali dari Spanyol, Garbine Muguruza. REUTERS/Kai Pfaffenbach

Juara Australia Terbuka, Sofia Kenin berpose dengan pialanya saat sesi pemotretan di Sungai Yarra, Melbourne, Australia, Ahad, 2 Februari 2020. Kenin melakukan debut senior pada Grand Slam di Amerika Serikat Terbuka 2015 sebagai penerima jatah wildcard berkat prestasi juara nasional. REUTERS/Kai Pfaffenbach

Juara Australia Terbuka, Sofia Kenin merayakan kemenangannya dengan sebotol sampanye selama sesi pemotretan di Sungai Yarra, Melbourne, Australia, Ahad, 2 Februari 2020. Ia mencuat ketika petenis AS favorit Serena Williams, tersingkir sebelum semifinal. REUTERS/Kai Pfaffenbach

Juara Australia Terbuka, Sofia Kenin merayakan kemenangannya dengan sebotol sampanye selama sesi pemotretan di Sungai Yarra, Melbourne, Australia, Ahad, 2 Februari 2020. Selain berhasil meraih mimpinya sebagai juara Grand Slam, prestasinya di Australia juga mengejutkan dunia. REUTERS/Kai Pfaffenbach

Ekspresi petenis AS, Sofia Kenin (kanan) saat staf Australia Terbuka membuka botol sampanye dalam sesi pemotretan di Sungai Yarra, Melbourne, Australia, Ahad, 2 Februari 2020. REUTERS/Kai Pfaffenbach