Tank Harimau, tank medium buatan PT Pindad saat dipamerkan dalam acara Indo Defence 2018 Expo dan Forum di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat, 9 November 2018. Produksi massal tank medium Harimau, hasil kerja sama dengan FNSS Turki mulai dilaksanakan. TEMPO/Muhammad Hidayat

Sebanyak 18 unit tank Harimau atau Kaplan dalam bahasa Turki telah selesai pada akhir tahun lalu. Kontrak pembelian tank Harimau dilakukan pada 13 April 2019 di Bandung antara Kementerian Pertahanan RI dengan PT Pindad. TEMPO/Muhammad Hidayat

Beberapa negara tertarik membeli Tank Harimau ini, seperti Filipina dan Brunei Darussalam, keduanya akan membeli sekitar 40-50 unit. Negara lain yang berminat adalah Bangladesh, namun belum diketahui jumlahnya. TEMPO/Muhammad Hidayat

Tank medium harimau digerakkan oleh roda penggerak belakang yang menghasilkan rasio power-to-weight sekitar 20HP/ton. Mesin mentransfer tenaga ini ke sistem penggerak, yang memiliki sistem suspensi enam roda, anti-guncangan dengan trek dua pin yang dipasang pada batang torsi. TEMPO/Muhammad Hidayat

Mantan Direktur Bisnis Produk Hankam PT Pindad, Widjajanto, berpose di depan tank medium Harimau buatan Pindad di Bandung, Senin, 1 April 2019. Tank ini dikembangkan pada aspek kemampuan balistik, perlindungan anti-ranjau, daya tembak, dukungan infantri dan anti-tameng. TEMPO/Prima Mulia

Keunggulan Tank Harimau mudah dipindahkan ketika diperlukan, lebih ringan dan hemat dari main battle tank tetapi mempunyai kekuatan setara. TEMPO/Muhammad Hidayat