Proses pengeringan briket dari sampah dan gulma eceng gondok dari mesin cetak di instalasi Biomass Operating System of Saguling milik PT Indonesian Power di pinggir Sungai Citarum, Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jumat, 21 Februari 2020. Instalasi skala kecil ini mengolah sampah dan eceng gondok menjadi briket pengganti batubara. TEMPO/Prima mulia

Petugas mengukur suhu dalam keramba fermentasi sampah dan gulma eceng gondok di instalasi Biomass Operating System of Saguling milik PT Indonesia Power di pinggir Sungai Citarum, Cihampelas, Bandung Barat, Jumat, 21 Februari 2020. Briket dari sampah dan eceng gondok ini dapat menjadi sumber energi untuk boiller industri dan listrik. TEMPO/Prima mulia

Briket dari sampah dan gulma eceng gondok keluar dari mesin cetak di instalasi Biomass Operating System of Saguling milik PT Indonesia Power di pinggir Sungai Citarum, Cihampelas, Bandung Barat, Jumat, 21 Februari 2020. Sekitar 80-100 kg briket dihasilkan setiap hari dimana sebagian besar briket diserap oleh industri. TEMPO/Prima mulia

Petugas menata briket dari sampah dan gulma eceng gondok untuk pembangkit listrik di instalasi Biomass Operating System of Saguling milik PT Indonesia Power di pinggir Sungai Citarum, Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat, 21 Februari 2020. Sebagian briket ini dipakai untuk pembangkit listrik mandiri dengan output 10 kilowatt. TEMPO/Prima mulia