Angkatan Udara Pakistan (PAF) Jet JF-17 Thunder melakukan aksinya di atas langit saat memperingati 'Operation Swift Retort', menyusul penembakan jatuh dua pesawat militer India pada 27 Februari 2019 di Kashmir, selama pertunjukan udara di Karachi, Pakistan 27 Februari 2020. REUTERS/Akhtar Soomro

Angkatan Udara Pakistan (PAF) Jet JF-17 Thunder melakukan aksinya di atas langit saat memperingati 'Operation Swift Retort', menyusul penembakan jatuh dua pesawat militer India pada 27 Februari 2019 di Kashmir, selama pertunjukan udara di Karachi, Pakistan 27 Februari 2020. REUTERS/Akhtar Soomro

Angkatan Udara Pakistan (PAF) Jet JF-17 Thunder melakukan aksinya di atas langit saat memperingati 'Operation Swift Retort', menyusul penembakan jatuh dua pesawat militer India pada 27 Februari 2019 di Kashmir, selama pertunjukan udara di Karachi, Pakistan 27 Februari 2020. REUTERS/Akhtar Soomro

Angkatan Udara Pakistan (PAF) Jet JF-17 Thunder melakukan aksinya di atas langit saat memperingati 'Operation Swift Retort', menyusul penembakan jatuh dua pesawat militer India pada 27 Februari 2019 di Kashmir, selama pertunjukan udara di Karachi, Pakistan 27 Februari 2020. REUTERS/Akhtar Soomro

Angkatan Udara Pakistan (PAF) Jet JF-17 Thunder melakukan aksinya di atas langit saat memperingati 'Operation Swift Retort', menyusul penembakan jatuh dua pesawat militer India pada 27 Februari 2019 di Kashmir, selama pertunjukan udara di Karachi, Pakistan 27 Februari 2020. REUTERS/Akhtar Soomro

Angkatan Udara Pakistan (PAF) Jet JF-17 Thunder melakukan aksinya di atas langit saat memperingati 'Operation Swift Retort', menyusul penembakan jatuh dua pesawat militer India pada 27 Februari 2019 di Kashmir, selama pertunjukan udara di Karachi, Pakistan 27 Februari 2020. REUTERS/Akhtar Soomro