Foto kombinasi yang menunjukkan pelari berada di garis start Tokyo Marathon 2019 pada 3 Maret 2019 (kiri) dan Tokyo Marathon 2020 pada 1 Maret 2020. Penyebaran virus Corona membuat pihak penyelenggara membuka ajang marathon dunia ini hanya untuk atlet elite alias berprestasi. Kyodo via REUTERS ; Charly Triballeau/Pool

Foto kombinasi yang menunjukkan pelari berkompetisi dalam Tokyo Marathon 2019 pada 3 Maret 2019 (kiri) dan Tokyo Marathon 2020 pada 1 Maret 2020. Pihak penyelenggara pun membatasi jumlah peserta yaitu hanya 200 peserta untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. Kyodo via REUTERS ; Charly Triballeau/Pool

Foto kombinasi yang menunjukkan pelari berkompetisi dalam Tokyo Marathon 2019 pada 3 Maret 2019 (kiri) dan Tokyo Marathon 2020 pada 1 Maret 2020. Ajang marathon tahunan ini biasanya diikuti puluhan ribu peserta dari berbagai negara. Kyodo via REUTERS ; Charly Triballeau/Pool

Foto kombinasi yang menunjukkan pelari berkompetisi dalam Tokyo Marathon 2019 pada 3 Maret 2019 (kiri) dan Tokyo Marathon 2020 pada 1 Maret 2020. Tahun ini, Tokyo Marathon dijuarai oleh pelari asal Etiopia, Birhanu Legese. Kyodo via REUTERS ; Charly Triballeau/Pool

Peserta mengenakan masker saat mengikuti Tokyo Marathon 2020 di Jepang, 1 Maret 2020. REUTERS

Penonton mengenakan masker saat menyaksikan Tokyo Marathon 2020 di Jepang, 1 Maret 2020. REUTERS