Sebuah rumah kaca yang tak terpakai terlihat di dalam zona eksklusi di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi yang dilumpuhkan tsunami di Kota Futaba, Prefektur Fukushima, Jepang, Selasa, 10 Maret 2020. Warga telah mengosongkan sejumlah kota yang terdampak tsunami dan tercemar oleh kebocoran nuklir. REUTERS/Athit Perawongmetha

Supermarket terlantar terlihat di dalam zona eksklusi di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi yang dilumpuhkan tsunami di Kota Futaba, Prefektur Fukushima, Jepang, Selasa, 10 Maret 2020. Tsunami Jepang melanda pada 11 Maret 2011, yang dipicu gempa megathrust berkekuatan 9.0-9.1 magnitudo. REUTERS/Athit Perawongmetha

Yuji Onuma, seorang pengungsi dari Kota Futaba, lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi yang lumpuh akibat tsunami, berjalan di sebelah toko yang runtuh di jalan di Kota Futaba, Prefektur Fukushima, Jepang, 20 Februari 2020. Tsunami pada 9 tahun lalu dilaporkan mencapai ketinggian 40,5 meter. REUTERS/Issei Kato

Bangunan terbengkalai terlihat di dalam zona eksklusi di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi yang dilumpuhkan tsunami di Kota Futaba, Prefektur Fukushima, Jepang, Selasa, 10 Maret 2020. Badan Kepolisian Nasional mencatat 15.899 kematian, 6.157 korban luka dan 2.529 orang hilang di dua puluh prefektur akibat tsunami. REUTERS/Athit Perawongmetha

Kantung plastik hitam besar berisi tanah, dedaunan, dan puing yang dikumpulkan dari operasi dekontaminasi dikumpulkan di sebelah kuburan di Kota Futaba, di dalam zona eksklusi di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi yang lumpuh akibat tsunami, Prefektur Fukushima, Jepang, 20 Februari 2020. REUTERS/Issei Kato

Sejumlah orang menempatkan lilin ketika mereka memberikan penghormatan kepada korban gempa bumi dan tsunami 11 Maret 2011 yang menewaskan ribuan orang dan memicu krisis nuklir, di Iwaki, Prefektur Fukushima, Jepang, Rabu, 11 Maret 2020. REUTERS/Athit Perawongmetha