Seorang pelatih berada di atas kereta luncur yang didorong kuda Banba selama sesi latihan di Jalur Balap kuda Banei di Obihiro, Hokkaido, Jepang 24 Februari 2020. Banei adalah pertandingan balap kuda asli Hokkaido, Jepang. REUTERS/Issei Kato

Seorang pelatih berada di atas kereta luncur yang didorong kuda Banba selama sesi latihan di Jalur Balap kuda Banei di Obihiro, Hokkaido, Jepang 24 Februari 2020. Banei merupakan pacuan kuda terlambat di dunia. REUTERS/Issei Kato

Dua joki menunggangi kuda Banba saat bersaing dalam lomba Keiba 'Banei' di Lintasan pacuan kuda Obihiro 'Banei' di Obihiro, Hokkaido, Jepang 24 Februari 2020. Kuda Banba memiliki tubuh besar dengan berat hingga 1200 kilogram. REUTERS/Issei Kato

Dua joki menunggangi kuda Banba saat bersaing dalam lomba Keiba 'Banei' di Lintasan pacuan kuda Obihiro 'Banei' di Obihiro, Hokkaido, Jepang 24 Februari 2020. Kuda Banba yang bertubuh besar ini merupakan keturunan dari kuda pekerja yang diimpor dari Perancis dan Belgia pada akhir abad ke-19. REUTERS/Issei Kato

Seekor kuda Banba saat bersaing dalam lomba Keiba 'Banei' di Lintasan pacuan kuda Obihiro 'Banei' di Obihiro, Hokkaido, Jepang 24 Februari 2020. Dalam balap kuda balap banei, setiap kuda diharuskan untuk menarik kereta luncur berat dengan berat antara 450 kilogram dan 1 ton di atas trek balap pasir lengkap dengan dua landai atu lebih. REUTERS/Issei Kato

Farrier membuat tapal kuda di area yang stabil di Jalur Balap kuda Obihiro 'Banei' di Obihiro, Hokkaido, Jepang 24 Februari 2020. REUTERS/Issei Kato