Sejumlah santri merapikan tempat ibadah di Pondok Pesantren Rahmatusyifa yang telah digusur guna pembangunan proyek banjir kanal timur di kawasan Pulogebang, Jakarta, Kamis (22/9). Penggusuran seluas 800 meter dilakukan tanpa ada kesepakatan dari pihak Pondok Pesantren dengan pengembang karena masih adanya kekurangan pembayaran pembebasan lahan. Tempo/Tony Hartawan

Para santri menjalani ibadah sholat dzuhur di mushola Pondok Pesantren Rahmatusyifa yang telah digusur guna pembangunan proyek banjir kanal timur di kawasan Pulogebang, Jakarta, Kamis (22/9). Penggusuran seluas 800 meter dilakukan tanpa ada kesepakatan dari pihak Pondok Pesantren dengan Pengembang karena masih adanya kekurangan pembayaran pembebasan lahan. Tempo/Tony Hartawan

Para santri mendengarkan tausiah di mushola Pondok Pesantren Rahmatusyifa yang telah digusur guna pembangunan proyek banjir kanal timur di kawasan Pulogebang, Jakarta, Kamis (22/9). Penggusuran seluas 800 meter dilakukan tanpa ada kesepakatan dari pihak Pondok Pesantren dengan Pengembang karena masih adanya kekurangan pembayaran pembebasan lahan. Tempo/Tony Hartawan

Seorang santri merapikan tempat ibadah di Pondok Pesantren Rahmatusyifa yang telah digusur guna pembangunan proyek banjir kanal timur di kawasan Pulogebang, Jakarta, Kamis (22/9). Penggusuran seluas 800 meter dilakukan tanpa ada kesepakatan dari pihak Pondok Pesantren dengan Pengembang karena masih adanya kekurangan pembayaran pembebasan lahan. Tempo/Tony Hartawan

Para santri mendengarkan tausiah di Pondok Pesantren Rahmatusyifa yang telah digusur guna pembangunan proyek banjir kanal timur di kawasan Pulogebang, Jakarta, Kamis (22/9). Penggusuran seluas 800 meter dilakukan tanpa ada kesepakatan dari pihak Pondok Pesantren dengan Pengembang karena masih adanya kekurangan pembayaran pembebasan lahan. Tempo/Tony Hartawan

Para santri menjalani ibadah sholat dzuhur di Pondok Pesantren Rahmatusyifa yang telah digusur guna pembangunan proyek banjir kanal timur di kawasan Pulogebang, Jakarta, Kamis (22/9). Penggusuran seluas 800 meter dilakukan tanpa ada kesepakatan dari pihak Pondok Pesantren dengan Pengembang karena masih adanya kekurangan pembayaran pembebasan lahan. Tempo/Tony Hartawan