Pekerja pemakaman yang mengenakan pakaian pelindung membawa sebuah peti mati dari kamar mayat di Rumah Sakit Severo Ochoa, selama wabah penyakit coronavirus (COVID-19) di Leganes, Spanyol, 26 Maret 2020. Korban meninggal akobat corona melonjak di negara matador ini hingga mencapai 4.365 jiwa. REUTERS/Susana Vera

Staf medis yang berjaga di depan kamar mayat Rumah Sakit Severo Ochoa, selama wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Leganes, Spanyol, Kamis, 26 Maret 2020. Angka kematian Spanyol telah melampaui Cina, dan sekarang berada di posisi kedua. REUTERS/Susana Vera

Pekerja pemakaman yang mengenakan pakaian pelindung membawa sebuah peti mati dari kamar mayat di Rumah Sakit Severo Ochoa, selama wabah penyakit coronavirus (COVID-19) di Leganes, Spanyol, 26 Maret 2020. Kasus virus corona yang terkonfirmasi mencapai 57,786. REUTERS/Susana Vera

Karyawan sebuah kamar mayat membawa peti mati pasien meninggal karena virus corona di krematorium pemakaman La Almudena di Madrid, Spanyol, 23 Maret 2020. Membludaknya pasien membuat rumah sakit di Spanyol kekurangan tempat tidur. REUTERS/Juan Medina

Mobil jenazah membawa mayat meninggalkan gelanggang es, saat wabah virus corona (COVID-19) di Madrid, Spanyol, 26 Maret 2020. Pemerintah menjadikan sebuah gelanggang es tempat bermain seluncur es, menjadi kamar mayat darurat. REUTERS/Susana Vera

Kerabat bereaksi di samping peti mati orang yang meninggal karena virus corona (COVID-19) di krematorium pemakaman La Almudena selama lockdown sebagian untuk memerangi wabah tersebut di Madrid, Spanyol, 23 Maret 2020. Sebanyak 7.015 pasien corona di Spanyol berhasil pulih. REUTERS/Juan Medina