Seorang pekerja membersihkan batu-batu Tembok Ratapan sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mencegah penyebaran Virus Corona di Kota Tua Yerusalem, 31 Maret 2020. REUTERS/Ammar Awad

Seorang pekerja membersihkan batu-batu Tembok Ratapan sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mencegah penyebaran Virus Corona di Kota Tua Yerusalem, 31 Maret 2020. Tempat ini sering dijadikan sebagai tempat ibadah umat Yahudi. REUTERS/Ammar Awad

Seorang pekerja membersihkan batu-batu Tembok Ratapan sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mencegah penyebaran Virus Corona di Kota Tua Yerusalem, 31 Maret 2020. Tembok Ratapan menjadi saksi kejayaan Nabi Sulaiman. REUTERS/Ammar Awad

Seorang pekerja membersihkan kertas-kertas yang diselipkan pada batu-batu Tembok Ratapan sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mencegah penyebaran Virus Corona di Kota Tua Yerusalem, 31 Maret 2020. Usai berdoa, umat Yahudi menyelipkan sebuah kertas di dinding Tembok Ratapan. Ada keyakinan bahwa doa yang ditulis di atas kertas dan kemudian diselipkan ke Tembok Ratapan akan dikabulkan. REUTERS/Ammar Awad

Pekerja bersiap membersihkan batu-batu Tembok Ratapan sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mencegah penyebaran Virus Corona di Kota Tua Yerusalem, 31 Maret 2020. Tembok Ratapan sebelumnya adalah bagian dari Bait Suci, yakni tempat peribadatan yang dibangun di masa Nabi Sulaiman. Bait Sulaiman menurut Alkitab adalah bait suci pertama agama Yahudi kuno di Yerusalem. REUTERS/Ammar Awad

Umat Yahudi berdiri berjauhan guna menjalankan Social Distancing guna mencegah penyebaran Virus Corona, saat berdia di depan Tembok Ratapan di Kota Tua Yerusalem, 31 Maret 2020. REUTERS/Ammar Awad