Terapis okupasi, Tainara dos Santos Bina (24) dari Proyek Higia memproduksi Face shields buatan Rumahan memalui cetak 3D, di tengah wabah Virus Corona di rumahnya di Sao Jose dos Campos, negara bagian Sao Paulo, Brasil, 31 Maret 2020. REUTERS/Roosevelt Cassio

Terapis okupasi, Tainara dos Santos Bina (24) dari Proyek Higia memproduksi Face shields buatan Rumahan memalui cetak 3D, di tengah wabah Virus Corona di rumahnya di Sao Jose dos Campos, negara bagian Sao Paulo, Brasil, 31 Maret 2020. REUTERS/Roosevelt Cassio

Terapis okupasi, Tainara dos Santos Bina (24) dari Proyek Higia memproduksi Face shields buatan Rumahan memalui cetak 3D, di tengah wabah Virus Corona di rumahnya di Sao Jose dos Campos, negara bagian Sao Paulo, Brasil, 31 Maret 2020. REUTERS/Roosevelt Cassio

Insinyur mekanik Gabriel Santos da Silva, dari Proyek Higia memproduksi Face Shields buatan sendiri dengan mengenakan printed 3D untuk para profesional kesehatan, di tengah wabah Virus Corona di rumahnya di Sao Jose dos Campos, Sao Negara bagian Paulo, Brasil, 31 Maret 2020. REUTERS/Roosevelt Cassio

Insinyur mekanik Gabriel Santos da Silva, dari Proyek Higia yang memproduksi Face Shields buatan sendiri dengan mengenakan printed 3D untuk para profesional kesehatan, bercanda dengan putrinya di tengah wabah Virus Corona di rumahnya di Sao Jose dos Campos, Sao Negara bagian Paulo, Brasil, 31 Maret 2020. REUTERS/Roosevelt Cassio