Pasca Kemenkes resmi merilis Peraturan Menteri Kesehatan No.9 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19, masyarakat dilarang mengadakan kegiatan peribadatan di rumah ibadah, seperti gereja, masjid, pura, klenteng dan lain sebagainya. Demikian pula dengan kegiatan sosial budaya dan resepsi pernikahan dan khitanan. ANTARA/Muhammad Adimaja

Pengemudi ojek online melintas tanpa penumpang di dekat spanduk bertuliskan imbauan waspada terhadap COVID-19 di Jakarta, Senin, 6 April 2020. Saat berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta, ojol dilarang membawa penumpang dan hanya boleh mengantarkan makanan dan barang. ANTARA/Hafidz Mubarak A

Dalam aturan PSBB, tidak diperbolehkan makan di restoran atau tempat makan umumnya. Pembeli dapat memesan makanan untuk take away atau dibawa pulang. ANTARA/Makna Zaezar

Suasana Taman Fatahillah di depan museum Sejarah Jakarta yang ditutup. Saat berlakunya PSBB di Jakarta seluruh fasilitas umum seperti tempat wisata, tempat hiburan, taman, balai pertemuan, ruang RPTRA, gedung olah raga, museum serta pusat perbelanjaan. ANTARA/Paramayuda

Warga berjemur di Rumah Susun (Rusun) Benhil, Jakarta. Saat berlakunya PSBB, masyarakat dilarang berkerumun di luar ruangan dengan jumlah perserta lebih dari 5 orang. ANTARA/Rivan Awal Lingga

Penumpang berada di dalam KRL di stasiun Manggarai, Jakarta. Saat berlakunya PSBB, kapasitas penumpang di kendaraan umum maupun pribadi dibatasi maksimal 50 persen, demikian pula dengan jam operasional hanya dari pukul enam pagi hingga enam sore. ANTARA/Muhammad Adimaja