Mantan atlet renang Indonesia, Lukman Niode dikabarkan meninggal pada hari ini, Jumat, 17 April 2020. Pria yang akrab disapa Lukie ini tutup usia di 56 tahun. Dok. TEMPO/Nickmatulhuda

Lukman meninggal di Rumah Sakit Pelni, Jakarta, sekitar pukul 12.58 WIB. Sebelumnya diterbitkan kabar bahwa Lukie berstatus sebagai Pasien Dalam Pemantauan atau virus PDP corona atau Covid-19. TEMPO/Nickmatulhuda

Perenang Indonesia, Lukman Niode saat berlatih di Pelatnas renang untuk menghadapi SEA GAMES 1987 di Jakarta, 1987. Lukman Niode merupakan perenang andalan Indonesia untuk nomor gaya punggung, bahkan disebut atlet renang tak terkalahkan di level Asia Tenggara pada era 1980-an. Dok. TEMPO/Robin Ong

Perenang, Lukman Niode, ketika berlomba dalam kejuaraan SEA Games XIV di Jakarta, 1987. Lukman memulai debut pertamanya sebagai atlet renang di kancah internasional di kejuaraan yang berlangsung di Bangkok Thailand pada 1973. Saat itu, dia menempati urutan keempat. Pada PON 1977, Lukman menyabet 10 medali emas. Di PON berikutnya, 1980, dia meraih tujuh medali emas. Dok. TEMPO/Ali Said

Tim renang Indonesia dari kiri, Lukman Niode, Wirman Sugriat, Daniel A. Budiman dan Sabeni Sudiono, seusai mendapatkan medali kejuaraan renang kategori 4x 100 m ganti estafet putra Asian Games X di Seoul, Korea Selatan, 1986. Dok. TEMPO/Rudy Novrianto

Perenang Kristiono Sumono (kiri) menggunakan sepeda statis disaksikan Lukman Niode dalam latihan kesegaran jasmani di Senayan, Jakarta, 1977. Pada SEA Games 1983, Lukman meraih dua medali emas. Ia juga memecahkan rekor lama Asia atas nama Kenji Ikeda dari Jepang, dengan satu detik lebih cepat. TEMPO/Lukman Setiawan