Tentara Venezuela menahan seorang tersangka Tentara Bayaran di lokasi yang tidak diketahui dalam potongan gambar yang diperoleh dari video TV pemerintah Venezuela, 4 Mei 2020. Pemerintah mengatakan telah berhasil menggagalkan serangan dari laut, menewaskan delapan anggota kelompok yang diduga tentara bayaran AS. VENEZUELAN GOVERNMENT TV/Handout via REUTERS TV

Tentara Venezuela menahan seorang tersangka Tentara Bayaran di lokasi yang tidak diketahui dalam potongan gambar yang diperoleh dari video TV pemerintah Venezuela, 4 Mei 2020. Diduga sekelompok tentara bayaran tersebut telah menargetkan untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro. VENEZUELAN GOVERNMENT TV/Handout via REUTERS TV

Tentara Venezuela menahan seorang tersangka Tentara Bayaran di lokasi yang tidak diketahui dalam potongan gambar yang diperoleh dari video TV pemerintah Venezuela, 4 Mei 2020. Pemerintah Venezuela mengatakan bahwa para tentara bayaran tersebut berusaha masuk Venezuela dengan kapal cepat melalui Kolombia. VENEZUELAN GOVERNMENT TV/Handout via REUTERS TV

Tentara Venezuela menahan seorang tersangka Tentara Bayaran di lokasi yang tidak diketahui dalam potongan gambar yang diperoleh dari video TV pemerintah Venezuela, 4 Mei 2020. Seorang pria asal AS bernama Jordan Goudreau merilis sebuah video yang mengatakan dirinya bertanggung jawab atas serangan tersebut. Goudreau merupakan pimpinan perusahaan keamanan, Silvercorp USA, yang berpusat di Florida. VENEZUELAN GOVERNMENT TV/Handout via REUTERS TV

Perahu pasukan keamanan Venezuela terlihat berpatroli guna memukul mundur sekelompok Tentara Bayaran di Macuto, Venezuela, 3 Mei 2020. Dari sekelompok tentara bayaran tersebut, diketahui terdapat perwira Militer Venezuela yang telah membelot. REUTERS/Manaure Quintero

Pasukan keamanan Venezuela berjaga guna memukul mundur sekelompok Tentara Bayaran di Macuto, Venezuela, 3 Mei 2020. Washington telah menetapkan sanksi ekonomi pada Venezuela guna menggulingkan Maduro, dan Pemerintah dibawah kepemimpinan Maduro mengatakan bahwa AS mengincar cadangan minyak Venezuela yang melimpah. REUTERS/Manaure Quintero