Petugas berjaga saat digelarnya rapid test virus Corona di Terowongan Kendal, kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 6 Meil 2020. Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar rapid test COVID-19 massal kepada warga yang melintas di kawasan tersebut guna memastikan kesehatannya dan mengantisipasi penyebaran virus Corona. TEMPO/Muhammad Hidayat

Petugas medis bersiap melayani warga untuk rapid test virus Corona di Terowongan Kendal, kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 6 Meil 2020. Rapid test massal ini menggunakan mobile laboratorium (laboratorium berjalan). TEMPO/Muhammad Hidayat

Antrean warga yang akan melakukan rapid test virus Corona di Terowongan Kendal, kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 6 Meil 2020. Pemeriksaan COVID-19 dengan laboraturium berjalan ini dilakukan dengan metode molekuler atau PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi positif atau tidaknya COVID-19 pada seseorang. TEMPO/Muhammad Hidayat

Petugas medis melayani warga yang menjalani rapid test virus Corona di Terowongan Kendal, kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 6 Meil 2020. BIN menyiapkan empat unit laboraturium berjalan yang mempunyai kapasitas uji 1.248 sampel per hari, yang digunakan untuk menggelar tes di daerah Jakarta dan sekitarnya. TEMPO/Muhammad Hidayat

Petugas medis bersiap melayani warga yang menjalani rapid test virus Corona di laboratorium berjalan di Terowongan Kendal, kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 6 Meil 2020. Laboratorium berjalan tersebut juga dilengkapi test PCR yang lengkap dan telah memenuhi standar kesehatan. Peralatan di dalamnya berupa Bio Safety Cabinet (BSC), Thermo Scientific TSC Series (Freezer) Thermomixer, Rotor-Gene Q, Centrifigue 5424 R, Mikropipet, dan wastafel pencuci tangan. TEMPO/Muhammad Hidayat

Antrean warga yang akan melakukan rapid test virus Corona di Terowongan Kendal, kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 6 Meil 2020. Selain DKI Jakarta, rapid test ini juga akan dilaksanakan di provinsi-provinsi yang telah menjadi zona merah penyebaran COVID-19, seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali dan Sulawesi Selatan. TEMPO/Muhammad Hidayat