Gedung Sarinah di Jalan MH Thamrin pada tahun 1984 (atas) dan pada 11 Mei 2020 (bawah). Gedung Sarinah dikelola oleh PT Sarinah (Persero), sebuah Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. Manajemen memutuskan merenovasi salah satu ikon bangunan penting di Jakarta itu secara besar-besaran hingga menganggarkan dana mencapai Rp700 miliar. dok.TEMPO/Sudibyo ; TEMPO/Tony Hartawan

Gedung Sarinah menjadi salah satu ikon bangunan penting di Jakarta. Letaknya strategis di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Gedung ini menjadi saksi bisu sejumlah peristiwa penting di Ibu Kota, di antaranya banjir besar, demonstrasi, sampai aksi terorisme. TEMPO/Tony Hartawan

Sarinah adalah sebuah proyek yang digagas oleh Presiden Soekarno. Mengutip laman resmi Sarinah, tujuan awal pembentukannya adalah untuk mewadahi kegiatan perdagangan produk dalam negeri, terutama hasil pertanian dan perindustrian rakyat, hingga produk Usaha Mikro, Kecil, Menengah atau UMKM, dan koperasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. TEMPO/Muhammad Taufan Rengganis

PT Department Store Indonesia yang merupakan cikal bakal Sarinah berdiri pada 17 Agustus 1962. Adapun Gedung Sarinah diresmikan pada 15 Agustus 1966 dan menjadi pusat perbelanjaan pertama di Indonesia. Nama PT Department Store Indonesia kemudian berganti PT Sarinah (Persero) pada 10 April 1979. TEMPO/Tony Hartawan

Nama Sarinah diambil dari nama salah satu pengasuh Presiden Soekarno di masa kecil. Kesan mendalam tentang kebesaran jiwa pengasuh sang Proklamator menginspirasi penyematan nama tersebut. TEMPO/Tony Hartawan

Dalam buku berjudul Sarinah, Soekarno menyatakan mendapat pelajaran mencintai 'orang kecil' dari Mbok Sarinah. "Ia orang kecil, tapi jiwanya selalu besar". Sebab itu, Presiden Soekarno ingin Sarinah menjadi tempat memamerkan atau etalase sekaligus perusahaan negara yang menaungi hasil karya anak bangsa. TEMPO/Muhammad Taufan Rengganis