Seorang pekerja migran berpose di tengah asrama yang dijadikan sebagai klaster Corona di Singapura, 15 Mei 2020. Setidaknya saat ini ada 24.671 kasus infeksi Covid-19 di Singapura, salah satu yang tertinggi di Asia, di mana sebagian besar penularan berada di asrama-asrama pekerja migran. REUTERS/Edgar Su

Sejumlah pekerja migran beristirahat di sekitar asrama yang dijadikan sebagai klaster Corona di Singapura, 15 Mei 2020. Setidaknya saat ini ada 24.671 kasus infeksi Covid-19 di Singapura, salah satu yang tertinggi di Asia, di mana sebagian besar penularan berada di asrama-asrama pekerja migran. REUTERS/Edgar Su

Sejumlah pekerja migran beristirahat di sekitar asrama yang dijadikan sebagai klaster Corona di Singapura, 15 Mei 2020. Setidaknya saat ini ada 24.671 kasus infeksi Covid-19 di Singapura, salah satu yang tertinggi di Asia, di mana sebagian besar penularan berada di asrama-asrama pekerja migran. REUTERS/Edgar Su

Sejumlah pekerja migran beristirahat di sekitar asrama yang dijadikan sebagai klaster Corona di Singapura, 8 Mei 2020. Setidaknya saat ini ada 24.671 kasus infeksi Covid-19 di Singapura, salah satu yang tertinggi di Asia, di mana sebagian besar penularan berada di asrama-asrama pekerja migran. REUTERS/Edgar Su

Suasana kaamr asrama migran yang dijadikan sebagai klaster Corona di Singapura, 15 Mei 2020. Setidaknya saat ini ada 24.671 kasus infeksi Covid-19 di Singapura, salah satu yang tertinggi di Asia, di mana sebagian besar penularan berada di asrama-asrama pekerja migran. REUTERS/Edgar Su

Menteri Tenaga Kerja Singapura Josephine Teo memantau kamar asrama pekerja migran yang dijadikan sebagai klaster Corona di Singapura, 15 Mei 2020. Setidaknya saat ini ada 24.671 kasus infeksi Covid-19 di Singapura, salah satu yang tertinggi di Asia, di mana sebagian besar penularan berada di asrama-asrama pekerja migran. REUTERS/Edgar Su