Tekstil tradisional Sumba Ikat buatan tangan di Atma La Kanatang, sebuah rumah tenun di desa Hamba Praing, kabupaten Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, provinsi Nusa Tenggara Timur, 22 Februari 2020. Desa Hamba Praing yang kerap diterpa kekeringan dalam beberapa tahun terakhir membuat warga setempat beralih profesi sebagai pengrajin tenun ikat. REUTERS/Willy Kurniawan

Ersi Newa Pingga, 37, seorang guru yang juga bekerja di lapangan, memperlihatkan hasil panen kacang yang sedikit di desa Hamba Praing, kabupaten Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, provinsi Nusa Tenggara Timur, 23 Februari 2020. Sebelumnya, warga Sumba sebagian besar berprofesi sebagai petani dan peternak hewan. REUTERS/Willy Kurniawan

Sebuah tengkorak kuda tergeletak di sebuah lapangan di desa Hamba Praing, kabupaten Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, provinsi Nusa Tenggara Timur, 23 Februari 2020. Kekeringan panjang yang melanda Sumba, membuat sejumlah hewan ternak warga mati kelaparan dan kekeringan. REUTERS/Willy Kurniawan

Ndelu Ndaha (49) seorang petani, membawa jalanya melalui laut ketika ia memancing di pantai Puru Kambera di Hamba Praing, kabupaten Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, provinsi Nusa Tenggara Timur, 25 Februari 2020. Selain beralih profesi sebagai penenun, warga sumba juga ada yang beralih profesi sebagai pencari ikan. REUTERS/Willy Kurniawan

Maria Babang Noti (51) seorang penenun, menuangkan air ke dalam jerigen saat ia menyiapkan makan malam di luar rumahnya di desa Hamba Praing, kabupaten Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, provinsi Nusa Tenggara Timur, 24 Februari 2020. Pada tahun lalu, SumbaTimur tidak diguyur hujan selama 249 hari. REUTERS/Willy Kurniawan

Perempuan Sumba mengenakan pakaian tradisional, menghadiri pemakaman Kanguma M. Njangga di desa Hamba Praing, kabupaten Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, provinsi Nusa Tenggara Timur, 22 Februari 2020. REUTERS/Willy Kurniawan