Sniper alias penembak jitu dari Finlandia, Simo Hayha dianggap sebagai penembak jitu terbesar sepanjang masa. Dijuluki "The White Death", karena selalu mengenakan baju serba putih saat mengincar tentara musuh dengan SAKO M / 28-30. Dia mencatat rekor dengan membunuh 505 tentara lawan dalam waktu kurang dari 100 hari pertempuran. Wikipedia

Tentara legendaris dari Uni Soviet, Fyodor Okhlopkov diyakini telah menewaskan 429 orang selama Perang Dunia II. Ia disebut telah membunuh 429 orang dengan senapan sniper, dan banyak lagi dengan senapan mesin. Wikipedia

Penembak jitu dari Kanada, Francis Pagahmagabow tercatat telah menewaskan 378 tentara dalam Perang Dunia Satu. Dia pernah merangkak melintasi kawasan perang tanah tak bertuan untuk mengambil amunisi dari tentara yang mati setelah kompinya kehabisan sementara dikelilingi oleh pasukan Jerman. Wikipedia

Lyudmila Pavlichenko disebut sebagai sniper wanita paling mematikan sepanjang masa yang dijuluki Lady Death. Ia diyakini telah membunuh lebih dari 300 orang selama Perang Dunia Kedua, di antara korbannya adalah 257 tentara Jerman dan 36 penembak jitu musuh. Wikipedia

Penembak jitu Uni Soviet Vasily Zaytsev mencatat telah menewaskan 242 pembunuhan dalam Perang Dunia II. Kemampuannya untuk berpindah posisi dan menembak dengan sembunyi-sembunyi memungkinkannya untuk membunuh lebih dari 200 tentara musuh di Pertempuran Stalingrad. Wikipedia

Chris Kyle adalah penembak jitu Angkatan Laut AS yang menewaskan sedikitnya 160 tentara musuh selama empat kali bertugas di kota di Ramadi, Fallujah, dan Baghdad di negara Irak. Pemberontak Irak menjuluki Kyle "The Devil of Ramadi," dan pernah menjanjikan hadiah 60.000 poundsterling bagi siapapun yang dapat membunuhnya. Ia terkenal setelah menerbitkan buku autobiografi berjudul American Sniper yang juga diangkat menjadi judul film Hollywood. Wikipedia/Mark Rovinson-US Navy