Seorang bocah Palestina korban serangan Israel, yang merupakan bagian dari tim sepakbola disabilitas ikuti sesi latihan yang digelar oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC) usai diberlakukannya pelonggaran lockdown akibat virus Corona di Jalur Gaza tengah, 7 Juli 2020. REUTERS/Suhaib Salem

Seorang bocah Palestina korban serangan Israel, yang merupakan bagian dari tim sepakbola disabilitas bersiap untuk ikuti sesi latihan yang digelar oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC) usai diberlakukannya pelonggaran lockdown akibat virus Corona di Jalur Gaza tengah, 7 Juli 2020. REUTERS/Suhaib Salem

Seorang bocah Palestina korban serangan Israel, yang merupakan bagian dari tim sepakbola disabilitas melakukan sesi latihan yang digelar oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC) usai diberlakukannya pelonggaran lockdown akibat virus Corona di Jalur Gaza tengah, 7 Juli 2020. REUTERS/Suhaib Salem

Seorang bocah Palestina korban serangan Israel, yang merupakan bagian dari tim sepakbola disabilitas melakukan sesi latihan yang digelar oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC) usai diberlakukannya pelonggaran lockdown akibat virus Corona di Jalur Gaza tengah, 7 Juli 2020. REUTERS/Suhaib Salem

Seorang bocah Palestina korban serangan Israel, yang merupakan bagian dari tim sepakbola disabilitas melakukan pemanasan sebelum ikuti sesi latihan yang digelar oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC) usai diberlakukannya pelonggaran lockdown akibat virus Corona di Jalur Gaza tengah, 7 Juli 2020. REUTERS/Suhaib Salem

Seorang bocah Palestina korban serangan Israel, yang merupakan bagian dari tim sepakbola disabilitas bersiap untuk ikuti sesi latihan yang digelar oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC) usai diberlakukannya pelonggaran lockdown akibat virus Corona di Jalur Gaza tengah, 7 Juli 2020. REUTERS/Suhaib Salem