Minggu, 20 September 2020

Seorang lelaki yang terluka diangkut dengan tandu setelah terjadi ledakan di Beirut, Lebanon, 4 Agustus 2020. Ledakan itu berasal dari 2.700 ton amonium nitrat. Bahan kimia tersebut disimpan di pelabuhan Beirut sebelum dikirim ke Afrika, seperti dikutip dari Aljazeera, Rabu, (5/8/2020). REUTERS/Mohamed Azakir

Seorang pria dievakuasi di lokasi ledakan bahan peledak di Beirut, Lebanon, 4 Agustus 2020. Ledakan di Beirut Lebanon dilaporkan menghasilkan gelombang seismik yang setara dengan gempa berkekuatan magnitudo 3,3. REUTERS/Mohamed Azakir

Seorang lelaki terluka akibat terkena ledakan bahan peledak di Beirut, Lebanon, 4 Agustus 2020. Ledakan di Beirut pusat, Lebanon, yang menyimpan bahan peledak berdaya ledak tinggi, menewaskan setidaknya 78 orang dan melukai sekitar empat ribu warga. REUTERS/Mohamed Azakir

Orang-orang berlarian mencari perlindungan setelah terjadi ledakan bahan peledak di daerah pelabuhan Beirut, Lebanon, 4 Agustus 2020. Ledakan di Lebanon ini menghancurkan banyak gedung di sekitar area ledakan, dan mengguncang tanah di ibu kota Lebanon itu. REUTERS/Mohamed Azakir

Orang-orang berjalan di dekat lokasi ledakan bahan peledak di Beirut, Lebanon, 4 Agustus 2020. Ini merupakan ledakan paling besar dalam bertahun - tahun yang menghantam Beirut, yang sedang mengalami kemunduran akibat krisis ekonomi dan lonjakan kasus Covid-19," begitu dilansir Reuters. REUTERS/Mohamed Azakir

Asap mengepul dari lokasi ledakan bahan peledak di Beirut, Lebanon, 4 Agustus 2020. Ledakan di Beirut Lebanon dilaporkan memicu gas beracun. Kedutaan Besar AS di ibu kota itu pun kabarnya mendesak mereka yang berada di area ledakan untuk "tinggal di dalam ruangan dan memakai masker jika ada". REUTERS/Issam Abdallah