Dua ekor anjing ikut berbaris bersama dengan anggota tim Urban Search and Rescue (USAR) sebelum mereka dikirim ke Beirut untuk membantu melakukan pencarian pada korban meledaknya bahan peledak, di Bandara Vaclav Havel di Praha, Republik Ceko, 5 Agustus 2020. REUTERS/David W Cerny

French Securite Civile (Civil Security) menaiki Airbus A330 ketika Prancis mengirim tim para ahli pencarian dan penyelamatan dengan tiga pesawat militer ke Beirut, sehari setelah terjadi ledakan di daerah pelabuhan di ibukota Lebanon, di Bandara Charles-de-Gaulle di Roissy, dekat Paris, Prancis, 5 Agustus 2020. Bertrand Guay/Pool via REUTERS

Menteri Dalam Negeri Ceko Jan Hamacek berjabat tangan dengan para anggota tim Urban Search and Rescue (USAR) sebelum mereka dikirim ke Beirut untuk membantu melakukan pencarian pada korban meledaknya bahan peledak, di Bandara Vaclav Havel di Praha, Republik Ceko, 5 Agustus 2020. REUTERS/David W Cerny

Spesialis manajemen krisis dari Kementerian Luar Negeri Prancis menaiki Airbus A330 ketika Prancis mengirim tim ahli pencarian dan penyelamatan di atas tiga pesawat militer ke Beirut, sehari setelah terjadi ledakan di area pelabuhan di ibukota Lebanon, di Bandara Charles-de-Gaulle di Roissy, dekat Paris, Prancis, 5 Agustus 2020. Bertrand Guay/Pool via REUTERS

Sejumlah anggota tim Urban Search and Rescue (USAR) menaiki sebuah pesawat saat dikirim ke Beirut untuk membantu melakukan pencarian pada korban meledaknya bahan peledak, di Bandara Vaclav Havel di Praha, Republik Ceko, 5 Agustus 2020. REUTERS/David W Cerny

French Securite Civile (Civil Security) menaiki Airbus A330 ketika Prancis mengirim tim para ahli pencarian dan penyelamatan dengan tiga pesawat militer ke Beirut, sehari setelah terjadi ledakan di daerah pelabuhan di ibukota Lebanon, di Bandara Charles-de-Gaulle di Roissy, dekat Paris, Prancis, 5 Agustus 2020. Bertrand Guay/Pool via REUTERS