Minggu, 20 September 2020

Personil kargo memuat bantuan kemanusiaan Iran ke Libanon setelah terjadi ledakan besar-besaran di Beirut, di Bandara Mehrabad di sebelah barat Teheran, Iran 5 Agustus 2020. WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

Persediaan medis dan sanitasi dimuat ke atas Airbus A330 ketika Prancis mengirim ahli pencarian dan penyelamatan di atas tiga pesawat militer yang dilengkapi dengan klinik keliling dan berton-ton peralatan medis ke Beirut, sehari setelah terjadi ledakan di daerah pelabuhan di ibukota Lebanon, di Charles- Bandara de-Gaulle di Roissy, dekat Paris, Prancis, 5 Agustus 2020. Bertrand Guay/Pool via REUTERS

Peralatan medis dimuat ke dalam pesawat untuk dikirim ke Beirut untuk memberikan dukungan medis setelah terjadi ledakan hari Selasa, di Bandara Militer Marka, di Amman, Yordania, 6 Agustus 2020. REUTERS/Muhammad Hamed

Paket bantuan kemanusiaan dengan Logo Red Cresent Iran terlihat pada operasi pemuatan bantuan kemanusiaan Iran ke Lebanon setelah ledakan besar di Beirut, di Bandara Mehrabad barat Teheran, Iran, 5 Agustus 2020. WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

Persediaan medis dan sanitasi dimuat ke atas Airbus A330 ketika Prancis mengirim ahli pencarian dan penyelamatan di atas tiga pesawat militer yang dilengkapi dengan klinik keliling dan berton-ton peralatan medis ke Beirut, sehari setelah terjadi ledakan di daerah pelabuhan di ibukota Lebanon, di Charles- Bandara de-Gaulle di Roissy, dekat Paris, Prancis, 5 Agustus 2020. Bertrand Guay/Pool via REUTERS

Seorang anggota pasukan keamanan memberi isyarat saat peralatan medis dimasukkan ke dalam pesawat untuk dikirim ke Beirut untuk memberikan dukungan medis setelah terjadi ledakan hari Selasa, di Bandara Militer Marka, di Amman, Yordania, 6 Agustus 2020. REUTERS/Muhammad Hamed