Minggu, 20 September 2020

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyapa petugas ketika ia tiba di lokasi ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon, Kamis, 6 Agustus 2020. Macron menjadi kepala negara pertama yang menyambangi Lebanon pasca musibah ledakan maut di Pelabuhan Beirut. Thibault Camus Pool via REUTERS

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyapa petugas ketika ia tiba di lokasi ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon, Kamis, 6 Agustus 2020. Ledakan maut di Pelabuhan Beirut menewaskan sedikitnya 135 orang dan melukai 5.000 warga. Thibault Camus Pool via REUTERS

Presiden Prancis Emmanuel Macron mendapatkan pengawalan ketika tiba di lokasi ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon, Kamis, 6 Agustus 2020. Ledakan yang diduga berasal dari 2.750 ton amonium nitrat yang disimpang di sebuah gudang di kawasan tersebut. Thibault Camus Pool via REUTERS

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyaksikan kerusakan bangunan di lokasi ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon, Kamis, 6 Agustus 2020. Akibat ledakan yang dirasakan hingga belasan kilometer ini, sekitar 300.000 orang terpaksa mengungsi karena rumahnya rusak. Thibault Camus Pool via REUTERS

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyaksikan kerusakan bangunan di lokasi ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon, Kamis, 6 Agustus 2020. Prancis telah mengirimkan dua tim penyelamat untuk membantu proses pencarian korban di antara reruntuhan bangunan. Thibault Camus Pool via REUTERS

Presiden Prancis Emmanuel Macron duduk di sebelah Presiden Lebanon Michel Aoun selama pertemuan mereka di istana presiden di Baabda, Lebanon, Kamis, 6 Agustus 2020. Negara Lebanon merupakan bekas protektorat Prancis di era kolonial, yang masih menjalin hubungan erat. Thibault Camus via REUTERS