Minggu, 20 September 2020

Seorang wanita Palestina memegang bendera Lebanon untuk menunjukkan solidaritas dengan orang-orang Lebanon yang tewas dan terluka akibat ledakan pada hari Selasa di daerah pelabuhan Beirut, di Kota Gaza 6 Agustus 2020. REUTERS/Mohammed Salem

Warga Palestina memegang lilin dan bendera Lebanon saat berduka atas para korban ledakan di Lebanon di kawasan pelabuhan Beirut, di Kota Gaza, 6 Agustus 2020. REUTERS/Suhaib Salem

Patung Christ the Redeemer dinyalakan dengan bendera Lebanon untuk memberikan penghormatan kepada rakyat Lebanon setelah ledakan Beirut di Rio de Janeiro, Brasil 6 Agustus 2020. REUTERS/Ricardo Moraes

Orang-orang memegang bendera Palestina dan Lebanon saat mereka berkumpul untuk menunjukkan solidaritas pada orang-orang Lebanon yang tewas dan terluka akibat ledakan pada hari Selasa di daerah pelabuhan Beirut, di Kota Gaza 6 Agustus 2020. REUTERS/Mohammed Salem

Anak-anak Palestina menyalakan lilin untuk berduka atas para korban ledakan di Lebanon di kawasan pelabuhan Beirut, di Kota Gaza, 6 Agustus 2020. REUTERS/Suhaib Salem

Imam Katolik Omar, Dom George Khoury, epark Eparki Our Lady of the Paradise, dan Uskup Theodore Ghandour dari Gereja Ortodoks Antiokhia berdoa dihadapan patung Kristus yang diterangi dengan bendera Lebanon untuk memberi penghormatan kepada orang-orang Lebanon setelah ledakan Beirut di Rio de Janeiro, Brasil 6 Agustus 2020. REUTERS/Ricardo Moraes