Minggu, 20 September 2020

Para pekerja membersihkan puing-puing bangunan yang rusak karena hujan di situs Warisan Dunia UNESCO di kota tua Sanaa, Yaman, Ahad, 9 Agustus 2020. Rumah-rumah di Kota Tua Sanaa runtuh di bawah hujan lebat, karena banjir dan badai selama berbulan-bulan. REUTERS/Khaled Abdullah

Para pekerja merenovasi bangunan bersejarah di Kota Tua Sanaa, Yaman, Ahad, 9 Agustus 2020. Hujan dan banjir bandang di Yaman menghancurkan empat bangunan serta merusak 30 lainnya di situs Warisan Dunia UNESCO Kota Tua Sanaa. (Xinhua/Mohammed Mohammed)

Para pekerja merenovasi bangunan bersejarah di Kota Tua Sanaa, Yaman, Ahad, 9 Agustus 2020. Sekitar 5.000 bangunan di kota tua memiliki atap bocor dan 107 di antaranya sebagian besar atapnya runtuh. (Xinhua/Mohammed Mohammed)

Seorang pekerja berdiri di atas bangunan bersejarah yang sebagian runtuh akibat hujan tanpa henti di Kota Tua Sanaa, Yaman, pada 9, Ahad, 2020. Rumah dari batu bata berwarna coklat dan putih di lingkungan bersejarah Sanaa ini berasal dari sebelum abad ke-11, namun telah lama terancam konflik dan penelantaran. (Xinhua/Mohammed Mohammed)

Bangunan bersejarah yang sebagian runtuh akibat hujan tanpa henti di Kota Tua Sanaa, Yaman, Ahad, 9 Agustus 2020. Pemerintah Yaman yang sudah terhuyung-huyung karena perang, kekurangan makanan, serta penyakit telah bekerja dengan UNESCO dan donatur lain untuk melestarikan sebagian. (Xinhua/Mohammed Mohammed)

Seorang pekerja merenovasi bangunan bersejarah di Kota Tua Sanaa, Yaman, Ahad, 9 Agustus 2020. Hancurnya rumah bersejarah ini membuat penghuninya kehilangan tempat tinggal. (Xinhua/Mohammed Mohammed)