Minggu, 20 September 2020

Sejumlah buaya beristirahat di sebuah kandang di Madras Crocodile Bank, Mahabalipuram, India, 3 Agustus 2020. Taman buaya terbesar di India ini telah ditutup sejak 16 Maret 2020 karena pandemi virus Corona yang mengakibatkan pendapatan turun drastis hingga membuat kondisi keuangan taman menjadi kritis. REUTERS/P. Ravikumar

Petugas memberi makan buaya di sebuah kandang di Madras Crocodile Bank, Mahabalipuram, India, 3 Agustus 2020. Taman ini memiliki sedikitnya waktu empat bulan sebelum kehabisan dana untuk memberi makan hewan, membayar staf, dan melakukan penelitian, karena pendapatan tiket menyusut selama lockdown virus Corona. REUTERS/P. Ravikumar

Buaya beristirahat di sebuah kandang di Madras Crocodile Bank, Mahabalipuram, India, 3 Agustus 2020. Taman buaya ini merupakan rumah bagi lebih dari 2.000 buaya dan aligator, serta reptil lain seperti kura-kura, kadal, dan ular. REUTERS/P. Ravikumar

Suasana taman buaya Madras Crocodile Bank, di Mahabalipuram, India, 3 Agustus 2020. Menurut staf taman, masa depan staf dan hewan-hewan di taman tersebut tidak segera jelas setelah dana habis. REUTERS/P. Ravikumar

Suasana taman buaya Madras Crocodile Bank, di Mahabalipuram, India, 3 Agustus 2020. Taman buaya Madras Crocodile Bank berdiri pada 1976 oleh ahli ular kelahiran Amerika Romulus Whitaker di atas lahan 3,44 hektar. REUTERS/P. Ravikumar

Suasana taman buaya Madras Crocodile Bank, di Mahabalipuram, India, 3 Agustus 2020. Madras Crocodile Bank Trust dan Center for Herpetology, yang telah membiakkan lebih dari 5.000 buaya sejak berdiri, menampung 14 dari 23 spesies buaya, yang mana tiga di antaranya terancam punah. REUTERS/P. Ravikumar