Minggu, 20 September 2020

Sebuah instalasi seni yang terbuat dari 20.325 origami yang disebut "Origami For Life" yang dibuat oleh desainer dan seniman Belgia Charles Kaisin menghiasi gereja Katedral St. Michael dan St. Gudula, yang bertujuan untuk mengumpulkan sumbangan untuk rumah sakit Belgia dalam memerangi wabah virus Corona di Brussel, Belgia, 10 Agustus 2020. REUTERS/Yves Herman

Desainer dan seniman asal Belgia Charles Kaisin berpose di samping instalasi seni yang terbuat dari 20.325 origami yang disebut "Origami For Life" di gereja Katedral St. Michael dan St. Gudula, yang bertujuan untuk menggalang donasi bagi rumah sakit Belgia dalam memerangi wabah virus Corona di Brussel, Belgia, 10 Agustus 2020. REUTERS/Yves Herman

Sebuah instalasi seni yang terbuat dari 20.325 origami yang disebut "Origami For Life" oleh desainer dan seniman asal Belgia Charles Kaisin, menghiasi gereja Katedral St. Michael dan St. Gudula, yang bertujuan untuk mengumpulkan sumbangan untuk rumah sakit Belgia dalam memerangi wabah Virus Corona di Brussel, Belgia, 10 Agustus 2020. REUTERS/Yves Herman

Sebuah instalasi seni yang terbuat dari 20.325 origami yang disebut "Origami For Life" oleh desainer dan seniman asal Belgia Charles Kaisin, menghiasi gereja Katedral St. Michael dan St. Gudula, yang bertujuan untuk mengumpulkan sumbangan untuk rumah sakit Belgia dalam memerangi wabah Virus Corona di Brussel, Belgia, 10 Agustus 2020. REUTERS/Yves Herman

Sebuah instalasi seni yang terbuat dari 20.325 origami yang disebut "Origami For Life" oleh desainer dan seniman asal Belgia Charles Kaisin, menghiasi gereja Katedral St. Michael dan St. Gudula, yang bertujuan untuk mengumpulkan sumbangan untuk rumah sakit Belgia dalam memerangi wabah Virus Corona di Brussel, Belgia, 10 Agustus 2020. REUTERS/Yves Herman

Sebuah instalasi seni yang terbuat dari 20.325 origami yang disebut "Origami For Life" oleh desainer dan seniman asal Belgia Charles Kaisin, menghiasi gereja Katedral St. Michael dan St. Gudula, yang bertujuan untuk mengumpulkan sumbangan untuk rumah sakit Belgia dalam memerangi wabah Virus Corona di Brussel, Belgia, 10 Agustus 2020. REUTERS/Yves Herman