Minggu, 20 September 2020

Para jamaah mengikuti salat Jumat di luar Masjid Agung Hagia Sophia di Istanbul, Turki, Jumat, 14 Agustus 2020. Masjid ini menjadi klaster penularan virus corona setelah penyelenggaraan salat berjamaah memicu ratusan kasus virus korona baru di Turki. REUTERS/Umit Bektas

Para jamaah mengikuti salat Jumat di luar Masjid Agung Hagia Sophia di Istanbul, Turki, Jumat, 14 Agustus 2020. Sejumlah kasus ditemukan setelah sekitar 350.000 orang memadati Hagia Sophia pada 24 akhir Juli lalu. REUTERS/Umit Bektas

Para jamaah mengikuti salat Jumat di luar Masjid Agung Hagia Sophia di Istanbul, Turki, Jumat, 14 Agustus 2020. Beberapa dari 500 tamu di dalam masjid, termasuk anggota parlemen dan jurnalis, telah didiagnosis dengan penyakit tersebut. REUTERS/Umit Bektas

Para jamaah mengikuti salat Jumat di luar Masjid Agung Hagia Sophia di Istanbul, Turki, Jumat, 14 Agustus 2020. Dikutip dari Arabnews.com, tindakan pencegahan tidak diikuti secara ketat selama ibadah berjamaah, menurut para profesional kesehatan. REUTERS/Umit Bektas

Presiden Turki Tayyip Erdogan menghadiri salat Jumat di Masjid Agung Hagia Sophia di Istanbul, Turki, 7 Agustus 2020. Jumlah kasus COVID-19 harian baru mulai meningkat dan melebihi 1.000 tepat setelah liburan Idul Adha. Kantor Pers Kepresidenan via REUTERS

Para jamaah mengikuti salat berjamaah pada malam Idul Adha di Masjid Agung Hagia Sophia di Istanbul, Turki, 30 Juli 2020. Pembukaan Hagia Sophia untuk salat tanpa tindakan pencegahan yang tepat dan tegas menjadi penyebab lonjakan kasus corona di Turki bulan lalu. REUTERS/Murad Sezer