Potret Wanita-wanita Somalia yang Melarikan Diri Akibat Tradisi Kawin Paksa

Editor

Nurta Mohamed, seorang gadis Somalia yang berusia 13 tahun, duduk di dalam penampungan sementara ibunya setelah dia melarikan diri dari dugaan pernikahan paksa di kamp Alafuuto, di distrik Garasbaaley di Mogadishu, Somalia, 14 Agustus 2020. REUTERS/Feisal Omar
Nurta Mohamed, seorang gadis Somalia yang berusia 13 tahun, duduk di dalam penampungan sementara ibunya setelah dia melarikan diri dari dugaan pernikahan paksa di kamp Alafuuto, di distrik Garasbaaley di Mogadishu, Somalia, 14 Agustus 2020. REUTERS/Feisal Omar

20 Agustus 2020 00:00 WIB

Hafsa Ali Osman, seorang gadis Somalia yang berusia 15 tahun, yang dicurigai dipaksa menikah duduk di dalam tempat penampungan sementara di kamp Alafuuto untuk pengungsi internal di distrik Garasbaaley di Mogadishu, Somalia 14 Agustus 2020. Pernikahan muda menjadi sebuah tradisi di Somalia. REUTERS/Feisal Omar
Hafsa Ali Osman, seorang gadis Somalia yang berusia 15 tahun, yang dicurigai dipaksa menikah duduk di dalam tempat penampungan sementara di kamp Alafuuto untuk pengungsi internal di distrik Garasbaaley di Mogadishu, Somalia 14 Agustus 2020. Pernikahan muda menjadi sebuah tradisi di Somalia. REUTERS/Feisal Omar

20 Agustus 2020 00:00 WIB

Hafsa Ali Osman, seorang gadis Somalia, yang dicurigai dipaksa menikah berjalan di depan tempat penampungan sementara di kamp Alafuuto untuk pengungsi internal di distrik Garasbaaley di Mogadishu, Somalia, 14 Agustus 2020. Anak-anak tersebut dipaksa kawin sedini mungkin dengan laki-laki yang jauh lebih tua. REUTERS/Feisal Omar
Hafsa Ali Osman, seorang gadis Somalia, yang dicurigai dipaksa menikah berjalan di depan tempat penampungan sementara di kamp Alafuuto untuk pengungsi internal di distrik Garasbaaley di Mogadishu, Somalia, 14 Agustus 2020. Anak-anak tersebut dipaksa kawin sedini mungkin dengan laki-laki yang jauh lebih tua. REUTERS/Feisal Omar

20 Agustus 2020 00:00 WIB

Zahra Ahmed Bawe, seorang gadis Somalia berusia 14 tahun, menggendong putranya yang berusia 2 tahun saat dia berjalan di dalam tempat penampungan sementara di kamp Alafuuto untuk pengungsi internal di distrik Garasbaaley di Mogadishu, Somalia, 14 Agustus 2020. REUTERS/Feisal Omar
Zahra Ahmed Bawe, seorang gadis Somalia berusia 14 tahun, menggendong putranya yang berusia 2 tahun saat dia berjalan di dalam tempat penampungan sementara di kamp Alafuuto untuk pengungsi internal di distrik Garasbaaley di Mogadishu, Somalia, 14 Agustus 2020. REUTERS/Feisal Omar

20 Agustus 2020 00:00 WIB

Faadumo Ali Fiidow (kanan) duduk bersama putrinya Hafsa Ali Osman, 15, yang diduga dipaksa menikah, duduk di luar tempat penampungan sementara di kamp Alafuuto untuk pengungsi internal di distrik Garasbaaley di Mogadishu, Somalia, 14 Agustus 2020. REUTERS/Feisal Omar
Faadumo Ali Fiidow (kanan) duduk bersama putrinya Hafsa Ali Osman, 15, yang diduga dipaksa menikah, duduk di luar tempat penampungan sementara di kamp Alafuuto untuk pengungsi internal di distrik Garasbaaley di Mogadishu, Somalia, 14 Agustus 2020. REUTERS/Feisal Omar

20 Agustus 2020 00:00 WIB

Nurta Mohamed, seorang gadis Somalia yang berusia 13 tahun, duduk di dalam penampungan sementara ibunya setelah dia melarikan diri dari dugaan pernikahan paksa di kamp Alafuuto, di distrik Garasbaaley di Mogadishu, Somalia, 14 Agustus 2020. REUTERS/Feisal Omar
Nurta Mohamed, seorang gadis Somalia yang berusia 13 tahun, duduk di dalam penampungan sementara ibunya setelah dia melarikan diri dari dugaan pernikahan paksa di kamp Alafuuto, di distrik Garasbaaley di Mogadishu, Somalia, 14 Agustus 2020. REUTERS/Feisal Omar

20 Agustus 2020 00:00 WIB