Pendukung ulama Syiah Irak Moqtada al-Sadr menjaga jarak sosial saat mereka menghadiri sholat Jumat untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan sejak pandemi Virus COVID-19 di masjid Kufah, dekat Najaf, Irak, 11 September 2020. REUTERS/Alaa al-Marjani

Pendukung ulama Syiah Irak Moqtada al-Sadr menjaga jarak sosial saat mereka menghadiri sholat Jumat untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan sejak pandemi Virus COVID-19 di masjid Kufah, dekat Najaf, Irak, 11 September 2020. REUTERS/Alaa al-Marjani

Pendukung ulama Syiah Irak Moqtada al-Sadr menjaga jarak sosial saat mereka menghadiri sholat Jumat untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan sejak pandemi Virus COVID-19 di masjid Kufah, dekat Najaf, Irak, 11 September 2020. REUTERS/Alaa al-Marjani

Pendukung ulama Syiah Irak Moqtada al-Sadr menjaga jarak sosial saat mereka menghadiri sholat Jumat untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan sejak pandemi wabah COVID-19 di Kota Sadr, Baghdad, Irak, 11 September 2020. REUTERS/Thaier Al-Sudani

Pendukung ulama Syiah Irak Moqtada al-Sadr menjaga jarak sosial saat mereka menghadiri sholat Jumat untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan sejak pandemi wabah COVID-19 di Kota Sadr, Baghdad, Irak, 11 September 2020. REUTERS/Thaier Al-Sudani

Pendukung ulama Syiah Irak Moqtada al-Sadr menjaga jarak sosial saat mereka menghadiri sholat Jumat untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan sejak pandemi wabah COVID-19 di Kota Sadr, Baghdad, Irak, 11 September 2020. REUTERS/Thaier Al-Sudani