Gambar Hakim Mahkamah Agung AS, Ruth Bader Ginsburg diproyeksikan ke gedung Mahkamah Agung Sipil Negara Bagian New York di Manhattan, New York City, AS setelah dia meninggal pada 18 September 2020. Ruth Bader Ginsburg meninggal dalam usia 87 tahun. REUTERS/Andrew Kelly

Lilin dan gambar mendiang Hakim Mahkamah Agung AS, Ruth Bader Ginsburg terlihat ketika orang-orang berkumpul di depan Mahkamah Agung AS setelah kematiannya, di Washington, AS, 19 September 2020. Ruth Bader Ginsburg meninggal karena komplikasi kanker pankreas metastatik. REUTERS/Jonathan Ernst

Lilin dan gambar mendiang Hakim Mahkamah Agung AS, Ruth Bader Ginsburg terlihat ketika orang-orang berkumpul di depan Mahkamah Agung AS di Washington, AS, 19 September 2020. Sebelum meninggal, Ruth Bader Ginsburg yang juga populer disebut dengan "RBG" atau 'Notorious RBG', adalah Hakim Agung paling senior dalam Mahkamah Agung Amerika yang terdiri dari sembilan orang Hakim Agung. REUTERS/Jonathan Ernst

Karangan bunga ditinggalkan di luar Mahkamah Agung AS setelah kematian Hakim Agung AS Ruth Bader Ginsburg, di Washington, AS, 18 September 2020. Ginsburg mulai menjabat sebagai Hakim Agung pada tahun 1993 setelah ditunjuk oleh Presiden Bill Clinton. REUTERS/Al Drago

Lilin dan gambar mendiang Hakim Agung AS Ruth Bader Ginsburg terlihat ketika orang-orang berkumpul di depan Mahkamah Agung AS setelah kematiannya, di Washington, AS, 19 September 2020. Dalam beberapa tahun terakhir, Ruth Bader Ginsburg merupakan anggota paling senior dari sayap liberal pengadilan yang secara konsisten memberikan suara progresif pada isu-isu sosial yang paling memecah belah warga AS saat ini, termasuk hak aborsi, pernikahan sesama jenis, hak suara, imigrasi, perawatan kesehatan dan tindakan afirmatif. REUTERS/Jonathan Ernst

Orang-orang berkumpul di luar Mahkamah Agung A.S. setelah kematian Hakim Agung A.S. Ruth Bader Ginsburg, di Washington, A.S., 19 September 2020. REUTERS/Al Drago